Hampir setiap pagi, setelah sholat Subhuh aku ke luar rumah, pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan dapurku. Dua ratus meter dari rumah terdapat pos Hansip....dan di subhuh itu dengan wajah kuyu dan mata mengantuk mereka selalu menegurku dengan penuh senyum..." wah pagi-pagi udah ke pasar mbak..." atau " pagi bener bu.....".
Di depan pos Hansip itu pula biasa aku bertemu dengan Pak Fuad,bekas ketua RW...yang hampir setiap waktu shalatnya di lakukan di mushola belakang rumahku..Mushola Uhuwah Hidayah...sebagai yang lebih muda aku selalu menyalami beliau dulu...dan beliau selalu membalas salamku dengan senyum kebapakannya yang tulus.....
Jarak antara rumahku ke Pasar Pagi Rawamangun kurang lebih 900 meter, biasanya hanya memakan waktu 2 menit karena aku selalu menggunakan kendaraan motor...dan pohon tanjung di depan Apotik Rama tak pernah berhenti menyapaku dengan senyumannya dalam bentuk menebarkan harum bunganya.......di siang hari pohon itu tidak mengeluarkan aromanya....
Di tempat parkir pasar...pak penjaga parkir dengan gaya heronya telah siap membetulkan motorku apabila letaknya kurang sempurna....biasanya dia tersenyum kecil, dan hanya sepatah kata " Bu.." yang di ucapkan....dan aku membalas mengucapkan salam kepadanya....
Tempat belanja favoriteku di Pasar Rawamangun adalah basemen ( walaupun ketika musim penghujan biasanya banjir, kadang sampai ke mata kaki...)...begitu aku menapaki tangga menuju basemen semua orang bukan hanya tersenyum...tetapi tertawa lebar...dari mulai tukang daging yang letaknya persis di depan tangga...tukang tempe, tukang aneka bawang di depan tukang tempe, mbak yang ayu penjual bumbu dapur......dan penjual buah pisang yang sebetulnyanya jarang aku beli.....
Biasanya aku langsung duduk di kursi plastik, agak kotor yang disediakan oleh Mbak Yah...langganan ayamku.....dan kalau aku berangkat ke pasar langsung setelah shalat subhuh, biasanya aku termasuk orang-orang pertama yang belanja padanya....kalau aku lapar, aku biasanya sarapan sebutir telur asin yang dijual Uni di depan Mbak Yah.
Sambil bekerja...kami, yaitu aku, mbak Yah, Uni, dan tukang sayur di samping warung Uni biasanya mengobrol ringan sambil tertawa....biasanya aku suka meledek tukang sayur, yang masih terkantuk-kantuk...maklum sayur datang jam 01 .00 atau 02.00, dan pukul 04.30...pelanggan sudah datang....betapa masih mengantuknya dia....namun tukang sayur itu tetap berusaha bercanda sambil tertawa....
Pedagang ikan yang semuanya ibu-ibu dan berasal dari Madura biasanya temperamental,namun di pagi hari mereka masih punya stok senyum yang banyak kepada kami...selalu kupilih belanja ikan di sudut kiri, selain harganya palin murah,orangnya ramah, suka tersenyum dan tidak pernah marah jika ditawar oleh pelanggan....dan setiap kami berbelanja agak banyak dia selalu memberi bonus 2 potong ikan kembung atau kerang....
Sepulang dari pasar, biasanya sudah pukul 05.00.....aku selalu bertemu dengan beberapa anak remaja penjual koran....mereka tidak mengenalku, dan aku juga bukan pelanggannya...namun mereka selalu tersenyum padaku...bagaimanapun beratnya kehidupan mereka....
Di pagi hari....ketika sang surya masih malu-malu menampakkan senyumnya ...kami mahlukNya saling berbagi senyum....sesungguhnya, senyummu di depan saudaramu adalah ibadahmu....insya Allah.....
Jakarta, 31 Desember 2009, selesai tepat Magrib, 18.15
Dengan hati tersenyum....
Kamis, 31 Desember 2009
Rabu, 16 Desember 2009
SEJATINYA.....
Sejatinya,
Sebagai orang yang beriman
aku menyadari
kalau
kegembiraan dan kesedihan
Adalah dua mata uang dari satu koin
Tak ada yang tahu
kapan kegembiraan datang
dan
kapan kesedihan menyapa...
Sejatinya,
Sebagai orang yang beriman
aku menyadari
kalau
berandai-andai
Adalah
kata-kata yang tercampur ulah syaitan...
sejatinya,
Sebagai orang yang beriman
Aku selalu harus berterima kasih
kepadaNya, yang memberi kehidupan
Rawamangun,16 Desember 2009, 20.00
Sebagai orang yang beriman
aku menyadari
kalau
kegembiraan dan kesedihan
Adalah dua mata uang dari satu koin
Tak ada yang tahu
kapan kegembiraan datang
dan
kapan kesedihan menyapa...
Sejatinya,
Sebagai orang yang beriman
aku menyadari
kalau
berandai-andai
Adalah
kata-kata yang tercampur ulah syaitan...
sejatinya,
Sebagai orang yang beriman
Aku selalu harus berterima kasih
kepadaNya, yang memberi kehidupan
Rawamangun,16 Desember 2009, 20.00
Minggu, 06 Desember 2009
BAHAGIA......
Ya, bahagia adalah suatu perasaan yang lahir dari suatu keadaan yang diingini oleh kita dan kita dapatkan. Bahagia juga juga lahir dari keikhlasan kita menerima suatu keadaan yang harus kita terima......
Setelah mengalami pasang surutnya kehidupan harusnya menjadi bahagia dan tidak bahagia sudah tidak penting lagi...tapi sebagai manusia yang mempunyai perasaan "bahagia" tetap menjadi keinginan utama....selama manusia msih mempunyai harapan tentunya.
Malam ini aku bahagia karena aku dapat menyapa banyak orang dengan tersenyum dan aku disapa banyak orang dengan tersenyum pula.....dan itu adalah kebahagiaan yang paling sederhana....
Disapa dan menyapa.....betapa indahnya...betapa membahagiakannya....terima kasih Tuhan yang baik.....
Jakartta, 7 Desember 2009
Setelah menyapa dan disapa
Setelah mengalami pasang surutnya kehidupan harusnya menjadi bahagia dan tidak bahagia sudah tidak penting lagi...tapi sebagai manusia yang mempunyai perasaan "bahagia" tetap menjadi keinginan utama....selama manusia msih mempunyai harapan tentunya.
Malam ini aku bahagia karena aku dapat menyapa banyak orang dengan tersenyum dan aku disapa banyak orang dengan tersenyum pula.....dan itu adalah kebahagiaan yang paling sederhana....
Disapa dan menyapa.....betapa indahnya...betapa membahagiakannya....terima kasih Tuhan yang baik.....
Jakartta, 7 Desember 2009
Setelah menyapa dan disapa
Langganan:
Postingan (Atom)
