Jumat, 25 September 2009

SEPARUH JIWAKU PERGI......

Perpisahan.............satu kata yang mengiris hatiku, ketika Pentas Seni dan Pelepasan murid-murid kelas VI sedang dilaksanakan, sebenarnya di belakang panggung di dalam hati aku menangis.....mengapa ? aku merasa esok hari...separuh jiwaku pergi.....aku akan kehilangan mereka semua, akan kehilangan Putra...kangen pada Cisa yang cute.....rindu pada Ninda.....akan mencari-cari Sheila yang pendiam...yang 71 anak-anak lainnya....walaupun akhirnya aku tersentak...bangun dari sifat mellowku ...insya Allah besok separuh jiwa yang hilang akan terisi lagi dengan celoteh siswa kelas I..........

Kematian..........walaupun bisa kuterima tanpa bertanya lagi kepadaNya ...MENGAPA?...juga menghilangkan separuh jiwaku.......tahun lalu aku kehilangan 3 laki-laki yang saya sayangi......dan semua tanpa tanda-tanda.......tanpa sakit yang berarti.... alm Angto, adik bungsuku.....yang di minggu akhir-akhir kehidupannya masih begitu patuh padaku.....mengikuti semua masukkan dan petunjuk dariku...datang jauh-jauh dari pulau Bali hanya untuk menyenangkan hati ibu dan kakak perempuannya.....akhirnya....Allah lebih menyayanginya...memanggilnya...membebaskannya dari sakit hebat selama 2 minggu terakhir...tenanglah dikau jiwa yang damai.....

Alm La Ode Prie Pria Satria adalah sahabat sejatiku......kami berteman selama hampir 30 tahun....kuingat..di tahun 1980 dia adalah seorang perantau dari Pulau Buton....laki-laki muda dengan segudang mimpi....datang ke Jakarta berbekal KEMAUAN,dan IJAZAH.....tersaruk-saruk berjalan di keganasan kehidupan Jakarta....orang yang selalu menolak bantuan teman-temannya...orang yang selalu berhutang...daripada minta...dan orang yang selalu tepat mengembalikan hutangnya ketika uang bea siswa datang........ku ingat...semua penjual di kantin amat menyayanginya, semua teman-teman amat mengurusnya...ku ingat...ketika kami berdua hunting ruangan untuk organisasi kami....setiap hari di sekretariat Paduan Suara adalah hari yang indah......ketika akhirnya alm masuk Wamil di korps musik...sering pagi hari dia bawa satu barisan anak buahnya berlari dan berhenti tepat di depan rumahku untuk memanggil dan menyanyikan lagu untukku.....bayangkan 20-30 orang bernyanyi memanggilku....ah so sweet.......saat aku meninggalkan masa gadisku di tahun 1990 adik2ku sedang training di Padang dan Cepu, bahkan yang di Cepu tidak dapat izin untuk menjadi waliku yang anak yatim ( hiks...)....siapa yang mati-matian membantuku?..ya almarhum.....seorang kapten Polisi mengambil cuti untuk sahabatnya dan siap menjadi supir di keluargaku selama dua hari....subhanalloh.....itulah sedikit cerita ttgnya......saat terakhir kehidupannya dia berdomisili di Kendari...dan selaluuuuuuuuu setiap anak buahnya mengikuti pendidikan di Jkt ada buah tangan tanda sayang untuk keluargaku....bahkan ketika lebaran...dikirimnya paket kacang mede khas Kendari....Prie....ketika tanggal 15 Ramadhan tahun yl kau tinggalkan kami tahukah......kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki...

Alm Mujtahid adalah guru agama di sekolahku yang kukenal tahun 1999...alm adalah orang yang tak pernah berhenti bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT kepadanya.......pada saat kami agak mengeluh tentang suatu keadaan.....dengan tenang alm mengingatkan......JANGAN PUTUS DARI RAHMATNYA.....dan itu selalu menyadarkanku sampai saat ini untuk selalu bersyukur dan berhenti mengeluh......Alm adalah laki-laki macho yang siap menolong ibu-ibu yang membutuhkan tumpangan....dari ibu muda...sampai ibu setengah tua sepertiku....beliau adalah ahli shaum....yang tetap setia mengerjakan shaumnya bahkan ketika hidangan lezat ada didepannya.....alm juga orang yang mempunyai komitmen tinggi pada tugas-tugasnya......selalu menyiapkan dan membereskan stand musik tanpa diingatkan 2 kali, selalu menyediakan jepit, peniti, lakban ketika pentas seni....dan banyak lagi........dan saya merindukan teman dengan komitmen seperti alm........semoga Allah menerimanya disisinya....dan menjaga istri dan ke-3 anak almarhum yang ganteng2 dan cantik...insya Allah....

Dihianati teman ( walaupun tidak sengaja ..) juga menghilangkan separuh jiwaku.....tapi sebagai manusia dewasa yang harus menerima dinamika kehidupan aku belajar untuk ikhlas menjalaninya...karena aku tahu pada dasarnya manusia itu baik ...hanya pengalaman hidup dan sikon yang kadang-kadang membuat sesuatu akhirnya tidak seperti yang dikehendaki.......

Ketika jiwa kita kosong separuh karena yang separuhnya pergi seharusnyalah kita segera mengisi dengan sesuatu yang baru....atau jika sulit...isilah yang separuh dengan kenangan-kenangan yang indah........jangan kita sesali perpisahan, kepergian, kematian maupun penghianatan..tapi marilah kita syukuri pertemuan yang indah....cerita-cerita dengan mereka....karena kenangan tak pernah mati..............Mari kita isi separuh jiwa yang kosong dengan sesuatu yang baru , yang positif, yang SEMANGAT !

Cempaka Putih, 26 September 2009, 09.10

Rabu, 23 September 2009

DIUNDANG MAKAN KE RESTORAN SYAILENDRA DI HOTEL JW MARRIOT

Kejadiannya kira-kira 3 tahun yang lalu, sesudah bom I JW Marrot dan sebelum bom II. Kami ± ber-40 diundang pemilik sekolah untuk makan siang di restoran yang bergengsi itu. Setahu saya Restoran Syailendra di Hotel JW Marriot adalah salah satu restoran papan atas yang amat bergengsi tempat para menteri, duta besar, presdir-presdir oil company...dan RP n BP <> meeting, atau sekedar makan siang......, bisa dibayangkan betapa bangganya kami guru-guru diundang makan, dihargai dan dihormati oleh pihak pemilik sekolah.

Seperti lazimnya apabila kita memasuki hotel2 bintang 5 terutama milik Amerika, pemeriksaan dari mulai masuk halaman hotel begitu ketat.....dimulai dari pintu depan, pintu belakang, bagasi, bagian bawah mobil semua diperiksa.....akhirnya masuklah kami ke restoran tersebut.....dan duduk manis di tempat yang sudah disediakan...dan seperti biasa kami dengan halus dan manis berusaha sejauh mungkin dari pengundang......supaya makan enaknya nyaman.........

Sebelum mulai memilih makanan, saya berkeliling melihat apa saja yang disajikan disana......ada sup buntut, aneka roti dengan aneka isi, japanesse food....seperti sushi dll, petite fours....aneka chocolate, aneka masakan Indonesia dan masih banyak lagi... pilihan I saya jatuhkan pada Sup buntut...ternyata saya tak salah pilih, sup buntut yang biasa saya masak dan santap di beberapa resto biasanya kuah kaldunya agak keruh dan rasanya berat......namun sup buntut di Restoran Syailendra...hm...begitu ringan, bening.....dan lezat......

Pilihan ke-2 saya jatuhkan pada masakan Jepang, tidak ada yang spesial...semua biasa-biasa saja, kemudian saya coba petite fours/makanan-makanan kecil....wow...enak sekali.....ada aneka cake, ada aneka jajan pasar tradisional, beberapa cake bertaburan strawbery kesukaan saya..yang membuat kue2 tersebut masuk ke perut tanpa meninggalkan rasa enek/mual

Sebelum pulang saya masih mencicipi hidangan penutup berupa aneka puding dan mousse/seperti puding tapi lebih lembut spt busa... Mousse Chocolatenya enak sekali.....

Berbicara tentang pengunjung Restoran Syailendra, saat itu tidak banyak orang kulit putihnya, kebanyakkan eksekutif2 muda bangsa sendiri dan beberapa keturunan Cina. Saya berterima kasih telah diundang ke Restoran Syailendra, walaupun itu bukan gaya hidup saya...paling tidak ada sedikit cerita, saya pernah makan di sebuah restoran destinasi para teroris untuk dibom, semoga mereka sadar bahwa bukan dengan jalan membom cara untuk mematikan dominasi Amerika di Indonesia...semoga.....

Jumat, 18 September 2009

Bahkan, selembar daunpun jatuh atas izinNya....

Seorang teman sedang sedih karena ayahnya yang sedang ada masalah di pengadilan dengan keluarganya terkena penyakit kanker, dan di saat yang sama sang anak juga mempunyai problem dengan kondisi sekolahnya yang mengharuskan sang anak untuk mencari sekolah baru.....

Seorang sahabat bercerita.......dia sudah berusaha menjadi istri sebaik-baiknya, bahkan berhenti bekerja demi mewujudkan keinginan suaminya, namun tetap dengan kondisinya yang super kinclong toh sang suami berpaling ke perempuan lain...

Seorang ibu telah berusaha untuk selalu ada ketika putranya membutuhkannya, mengingatkan anaknya akan segala tugasnya dimulai dari subhuh hingga menjelang tidur, selalu berkomunikasi dengan guru-guru di sekolah putranya....pada akhirnya sang putra tetap tidak naik kelas, dengan alasan tidak mencukupi passing grade untuk naik kelas karena banyak tugas yang belum terselesaikan...

Seorang kakak yang rajin mengingatkan sang adiknya lwt sms yang tak henti-hentinya di seberang pulau untuk berhenti merokok.....akhirnya dengan kesadarannya sendiri sang adik berhenti merokok, namun.....2 tahun kemudian siapa menyangka hanya dalam waktu 2 bulan kanker yang mematikan merengut nyawa sang adik.....

Manusia berusaha, tetap Allah yang menentukan apa yang terjadi.....jadi biarkan saja jangan bertanya mengapa begini?...mengapa begitu?.......bahkan, selembar daunpun jatuh atas izinNya....
Ya, kita hanya pelaku kehidupan dari skenarioNya yang tidak kita ketahui akhirnya.....toh yang kita jalankan di dunia yang fana ini hanya sandiwara pendek saja.......

Kamis, 17 September 2009

MEREKA BILANG SAYA SENSITIF....

Kejadiannya kira-kira 4-5 bulan yang lalu. Setiap hari Jum'at , tempat saya bekerja mengadakan pelatihan yang diisi oleh kami guru-guru secara bergantian, materi pelatihan bermacam-macam, dari hal-hal yang serius, pencerahan maupun games. Hari Jum'at itu ke-2 teman yang mendapat giliran memberikan materi Games ttg BAGAIMANA TEMAN MENILAI DIRI KITA...... wah saya langsung tersenyum dalam hati......karena ada masukan-masukan yang saya harapkan dari situ.

Kami menggambar wajah kami di selembar kertas...kemudian kemudian kertas itu akan berputar dari satu teman ke teman yang lain..........lumayan...kertas yang berisi gambar itu bisa diisi oleh sekitar 10 teman...dan ha...ha...ha.... ditulislah banyak kelebihan saya..( Kecuali kelebihan berat badan tentunya ..) ada 3 penilaian yang isinya.....sensitif........agak sensitif....dan, sensitif banget...apakah itu kekurangan saya?.....salahhhhhhhhhhhhhhhh.....justru menurut saya itulah kelebihan saya.........coba bayangkan dalam 1 Unit kerja apabila tidak ada yang sensitif...siapa yang akan mengingat hal-hal kecil yang justru sering menjatuhkan ? kalau tidak ada yang sensitif di suatu pemerintahan.....kalau tidak ada petisi 50.........orang-orang besar yang duduk di bangku yang empuk bisa tertidur tanpa terusik.........

Menjadi orang yang sensitif bukan merupakan suatu kesalahan....seringkali karena kepekaan perasaan si 'sensitif' ada suatu MASALAH yang akhirnya TIDAK SEMPAT MENJADI MASALAH, jadi biarkan mereka bilang saya sensitif........karena saya bangga disebut sensitif...

PERNIKAHAN....

Menghadiri akad nikah mendatangkan suatu keindahan tersendiri........saat itu seakan-akan kejadian pernikahanku di rewind kembali....................ya di waktu muda dulu, di waktu memulai janji sehidup semati tentu tak seorangpun membayangkan sesuatu yang tidak kita inginkan...

Mendengar janji nikah membuatku mengulang janji itu...walaupun dalam hati...bahwa aku akan jadi istri yang setia, ketika senang ataupun susah, ketika sehat ataupun sakit, ketika muda ataupun saat sudah tua.....

Manusia berproses, bertumbuh, akhirnya berubah....dan kadang hidup tidak selalu segelas teh manis yang menemani hangatnya pisang goreng...hidup juga kadang seperti meneguh teh basi yang menemani pisang goreng dari pisang yang sepat dan tepungnya keras....tapi apakah lantas kita menyerah ?