Hari Sabtu, 11 September 2010, bertepatan dengan tanggal 2 syawal 1431 H aku bangun dini hari jam 03.00 pagi, agak pegal-pegal badan rasanya untuk beranjak dari peraduan, maklum sudah hampir 10 hari para asisten rumah tangga meninggalkan rumah untuk berlebaran di kampung halamannya. Setengah jam kemudian aku betul-betul beranjak dari dari tidurku dan langsung menyiapkan "makan kepagian"...masih dengan menu lebaran ketupat, rendang, opor ayam, sambel goreng hati dan sayur pepaya.....kemudian suamiku menyiapkan kendaraannya, dan aku menyiapkan busana kami berdua, pagi itu dari Cikampek suamiku telah menyiapkan gamis putih kesayangannya yang kami beli di ITC Cempaka Mas
, dan aku memakai gaun hijau muda melayang....gaun lebaranku.
Setelah mandi dan sholat subuh selesai, pukul 05.00 kami berangkat meninggalkan Kompleks Pupuk Kujang dengan menggunakan panther...,pagi masih gelap dan sepi, dan aduh aku tetap mengantuk walaupun tetap bersemangat untuk tetap terjaga di samping suamiku.Dalam perjalanan di tol Purbaleunyi aku sempat tertidur selama 10-15 menit...tak tega juga membiarkan suamiku sendirian, sementara aku tidur...
Sampai di Cileunyi jalan masih lancar,namun begitu keluar dari jalan tol Cileunyi mulailah kesabaran suamiku diuji....jalanan penuh dengan mobil , dan semua mobil bergerak lambat serta rapatdan itu terus berlanjut sampai masuk di daerah Ciawi, sekitar 15 km sebelum memasuki kota Tasikmalaya....suamiku bilang, jangan mengukur jarak yang kita tempuh, tetapi hitunglah dari berapa kali kita ke kamar kecil..hahaha...kami 3x ke kamar kecil !
Ciawi, tepatnya di desa Asem adalah suatu desa kecil, namun mempunyai satu mesjid Agung, udaranya sejuk, dan dibelakangnya ada pegunungan yang apabila kami berjalan dapat menembus ke desa Wanareja, Garut. Di Ciawi adalah daerah asal alm ayah suamiku, di sana kami mendatangi rumah alm Kakek dan Uwak Wiwi. Aku berkenalan dengan para uwak,bibi dan mamang, juga berkenalan dengan sepupu suamiku seperti kang Encep, mas Yudi, Teh Yustin, anak-anak mas Yudi, Tami dan Sasa. aku juga bertemu dengan mas Reza, teh Rita, Teh Erna, mbak Dati, dan banyak lagi yang sudah aku kenal sebelumnya.
Senang sekali dapat melihat suamiku gembira berjumpa dengan keluarga besar dan pihak ayahnya alm. Dari daerah Asem kami naik lagi sekitar 200 m ke Ciawi.ke rumah keluarga alm Uak Subari, kakak alm mertuaku yang merupakan ayah dari teh Erna, mas Yudi, teh Yustin dan mas Reza, kami langsung makan siang dengan lauk: ayam suwir, balado kentang dan ikan nila goreng....alhamdulillah
Pukul 4 sore kami kedatangan tamu, sepupu mas Yudi dari pihak ibu, yang ternyata dia adalah seorang akupunturis....dan suamiku mencoba jasanya juga. Sebelum Magrib kuputuskan untuk membuat Spaghetty Bollognesse, yang bahan2nya memang sudah kusiapkan dari Jakarta, dan alhamdulillah dalam sekejab Spaghetty itu telah habis di makan, semoga di lain kesempatan aku bisa bikin lebih banyak lagi spagetty, hingga tidak kurang.
Malam hari setelah ngobrol-ngobrol, sebelum tidur aku mengajak para gadis untuk mencicipi bakso khas Ciawi...hm..rasanya enak sekali, gurih asli dengan kuah kaldu daging sapi, bahkan bakso apotik Rini, Taman Solo maupun jl paus Jakartapun kalh enak...dan aku? habis 2 porsi karena enaknya...malam itu aku tidur dengan tenang, bersama suamiku, di kamar yang sudah disediakan untuk kami berdua....
Sholat subuh seperti biasanya memulai kegiatan kami di pagi tanggal 3 Syawal, kemudian setelahmakan pagi dan ngobrol ngalor ngidul, suamiku pergi ke Asem rumah akinya untuk rapat dan aku tetap di rumah Ciawi, meneruskan ngobrol dengan mbak Dati dan Teh Yustin...sambil terus menelan ludah melihat para keponakan yang jajan tahu kupat khas Tasikmalaya....aku ingin sekali, sayang jatah makanku pagi itu sudah tercukupi.....dan aku tak mau membebani perutku dengan kelebihan makan....
Setelah memijat teh Yustin yang kelihatan kecapean, pukul 11.00 keluarga mas Yudi ditambah teh Yuustin pulang ke Jogja meninggalkan Ciawi karena mereka telah 4 hari di sana...selamat jalan...terutama kepada ke-2 gadis mas Yudi dan mbak Dati yang pandai-pandai dan cekatan....karena merekalah yang membawa mobil dari Ciawi sampai Jogyakarta secara bergantian, sampai bertemu lagi kelak di satu kesempatan, entah di Uluwatu (ehm), Jogya atau di Jakarta, semoga kalian selalu menjadi anak2 yang soleha dan berguna..amien
Suamiku datang menjemputku di sekitar waktu dzuhur, aku makan dahulu dan mendapat banyak oleh-oleh..., setelah sholat dzuhur kami berpamitan ke Asem dan langsung berangkat ke Wanareja, Garut, asal alm mama, mertua...dan masya Allah begitu kami keluar dari Asem kemacetan telah menghadang kami, akhirnya jalan yang dipilih suamiku adalah berputar lewat Singaparna, lebih jauh memang, namun relatif lebih sepi.
Kutinggalkan desa Ciawi, daerah asal alm bapak, semoga keluarga yang kutinggalkan dapat menjaga kerukunan, dan selalu sejahtera, amien.
Di tulis di Ciawi dan Jakarta
selesai tanggal 19 September 2010
MWF
Rabu, 29 September 2010
IBUKU...
Seorang perempuan tua, dengan jalan yang sudah terbungkuk-bungkuk, yang nyaris berusia 81 tahun, itulah ibuku....
Ibuku adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, dan pada usia 2 tahun telah menjadi anak yatim....ya beliau selalu bangga dengan predikat anak yatimnya...."anak yatim tulen, karena ditinggal bapak di usia yang dini, 2 th.." katanya...
Ya, memang di setiap kesempatan walaupun tidak diucapkan dengan mimik humor, tapi selalu ada usaha mempositivkan dan penghiburan di setiap waktu darinya untuk dirinya sendiri maupun anak2/lingkungannya di setiap keadaan/kondisi yang kurang menguntungkan.
Dulu ketika muda, ibuku bekerja di Kanwil Diknas, dan sampai pensiun beliau menjabat sebagai bendahara suatu proyek di Jakarta. Di situlah aku melihat "siapa" ibuku yang sebenarnya, seorang pekerja yang jujur dan bersih, yang selalu menjaga agar "semua baik" dan selalu "mencegah kejahatan/keburukan" walaupun dengan konsekwensi menerima dampak negatif dari sikap ibu itu.
Ibu juga seorang yang selalu "rela berkorban" apa saja, tentu saja tidak termasuk mengorbankan harga dirinya. Dulu, rumah kami selalu kedatangan kenalan, tetangga, sanak saudara....dan mereka datang untuk minta tolong, aku belum pernah melihat sekalipun ibuku bermuka masam dan menolak kedatangan mereka, dan hebatnya lagi...hampir semua yang datang akan ibu tolong sesuai kemampuan ibu, baik menolong secara moril ataupun materil ( kebanyakkan ibu menolong secara moril DAN materil...)
Sebagai anak perempuan tunggal dan sulung pula, biasanya banyak mendapatkan kemanjaan fasilitas, namun nyatanya ada masa bertahun-tahun rumah kami penuh dengan orang, kakak ibu, adik bapak, para keponakan ibu dan para keponakan bapak, berkumpul semua di rumah...hingga aku harus tidur sekamar bertiga ( padahal kami punya 4 kamar tidur !), bisa dibayangkan bagaimana kesalnya hatiku saat itu.....
Selalu berfikir positif dan pemaaf adalah sifat ibu yang agak sulit kuikuti, walaupun alhamdulillah semakin aku tua, dengan usahaku...aku bisa semakin positf dan pemaaf. Memang berfikir positif dan pemaaf seringkali disalahgunakan oleh orang-orang yang hanya mengambil keuntungan dari sifat ibu itu, namun, walaupun ibu berkali-kali dibohongi, ditipu, dikecewakan dan dirugikan, sampai saat ini sifat ibu itu tidak pernah berubah...dan walaupun pernah rugi, kecewa, dan dibohongi aku lihat ibuku masih baik-baik saja, tidak menjadi berkurang hartanya karena sering ditipu orang...dan sebagai anak yang sudah 50 tahun hidup bersamanya tak ada salahnya aku berusaha untuk meneladani 2 sifat ibu itu..
Ibuku adalah "sebuah Keranjang Sampah.." mengapa? karena sampai se renta itu, masih menjadi tempat orang membuang kekesalan hidup, unek-unek.....dan itulah, ibuku selalu siap, memang keranjang sampah selalu siap, bagaimanapun bentuk sampah yang dimasukkan ke dalamnya....
Manusia yang begitu naif dan polos itulah ibu, aku selalu repot menerangkan suatu keadaan.....karena ibuku selalu menilai dan melihat suatu situasi dan informasi dengan begitu naif dan polosnya, sehingga seringkali bila tak ada pengarahan dari putra-putrinya ibu bisa salah menilai suatu "fenomena", dunia ini memang tidak sejujur dan sebersih ibu.......dan kami putra-putrinya selalu siap melindungi ibu...
Itulah ibuku, perempuan tua, yang sudah jalan dengan terbungkuk-bungkuk....mulai pelupa namun masih bersuara keras penuh semangat, telah sering sakit karena kelelahan, namun tetap semangat menjalani hari-harinya seperti layaknya orang muda....beliau bersikeras masih mencuci sendiri..."tunggu waktunya aku tidak mampu mencuci.." kata beliau, beliau masih mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga....beliau masih dengan penuh kasih sayang seorang nenek membuatkan teh manis untuk kedua anakku...( bahkan lebih sering membuatkan dari pada aku...), beliau juga masih dengan penuh dedikasi membuat cemilan kesukaan keponakan, anak , menantu dan besan.....Allahuakbar, betapa beruntungnya aku
Ibuku,
bernama Sudariyah Sumaryono binti Tjokrosugiyo
berusia hampir 81 tahun
usia lanjit tak pernah menyurutkan semangat hidupnya....
dan aku ?
kadang-kadang malu....
seharusnya aku banyak belajar dari ibu....tak perlu cari sumber belajar yang lain....karena ibuku begitu sarat akan ilmu.....itu sering tak kusadari.....
ibuku pula yang memegang daguku di hari ke-7 wafatnya alm ayahnya anak-anakku dan mengatakan..."kamu masih berhak menikah lagi..." subhanalloh, setiap perkataan seorang ibu adalah doa, dan doanya dijabbah....ketentuanNYA telah terbukti sesuai dengan doa ibu...
Saat ini, apalagi yang bisa aku kerjakan untuk ibuku? selain tetap menjadi anaknya yang soleha, berprilaku luhur seperti harapannya.....ya, ibuku tidak pernah membutuhkan bantuan siapa-siapa.....justru kami yang selalu membutuhkan bantuannya....
Jakarta, 30 September 2010,02.10
Saat kangen ibu
ketika aku membutuhkan,
namun beliau tidak di rumah
maya fauzi sumaryono
Ibuku adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, dan pada usia 2 tahun telah menjadi anak yatim....ya beliau selalu bangga dengan predikat anak yatimnya...."anak yatim tulen, karena ditinggal bapak di usia yang dini, 2 th.." katanya...
Ya, memang di setiap kesempatan walaupun tidak diucapkan dengan mimik humor, tapi selalu ada usaha mempositivkan dan penghiburan di setiap waktu darinya untuk dirinya sendiri maupun anak2/lingkungannya di setiap keadaan/kondisi yang kurang menguntungkan.
Dulu ketika muda, ibuku bekerja di Kanwil Diknas, dan sampai pensiun beliau menjabat sebagai bendahara suatu proyek di Jakarta. Di situlah aku melihat "siapa" ibuku yang sebenarnya, seorang pekerja yang jujur dan bersih, yang selalu menjaga agar "semua baik" dan selalu "mencegah kejahatan/keburukan" walaupun dengan konsekwensi menerima dampak negatif dari sikap ibu itu.
Ibu juga seorang yang selalu "rela berkorban" apa saja, tentu saja tidak termasuk mengorbankan harga dirinya. Dulu, rumah kami selalu kedatangan kenalan, tetangga, sanak saudara....dan mereka datang untuk minta tolong, aku belum pernah melihat sekalipun ibuku bermuka masam dan menolak kedatangan mereka, dan hebatnya lagi...hampir semua yang datang akan ibu tolong sesuai kemampuan ibu, baik menolong secara moril ataupun materil ( kebanyakkan ibu menolong secara moril DAN materil...)
Sebagai anak perempuan tunggal dan sulung pula, biasanya banyak mendapatkan kemanjaan fasilitas, namun nyatanya ada masa bertahun-tahun rumah kami penuh dengan orang, kakak ibu, adik bapak, para keponakan ibu dan para keponakan bapak, berkumpul semua di rumah...hingga aku harus tidur sekamar bertiga ( padahal kami punya 4 kamar tidur !), bisa dibayangkan bagaimana kesalnya hatiku saat itu.....
Selalu berfikir positif dan pemaaf adalah sifat ibu yang agak sulit kuikuti, walaupun alhamdulillah semakin aku tua, dengan usahaku...aku bisa semakin positf dan pemaaf. Memang berfikir positif dan pemaaf seringkali disalahgunakan oleh orang-orang yang hanya mengambil keuntungan dari sifat ibu itu, namun, walaupun ibu berkali-kali dibohongi, ditipu, dikecewakan dan dirugikan, sampai saat ini sifat ibu itu tidak pernah berubah...dan walaupun pernah rugi, kecewa, dan dibohongi aku lihat ibuku masih baik-baik saja, tidak menjadi berkurang hartanya karena sering ditipu orang...dan sebagai anak yang sudah 50 tahun hidup bersamanya tak ada salahnya aku berusaha untuk meneladani 2 sifat ibu itu..
Ibuku adalah "sebuah Keranjang Sampah.." mengapa? karena sampai se renta itu, masih menjadi tempat orang membuang kekesalan hidup, unek-unek.....dan itulah, ibuku selalu siap, memang keranjang sampah selalu siap, bagaimanapun bentuk sampah yang dimasukkan ke dalamnya....
Manusia yang begitu naif dan polos itulah ibu, aku selalu repot menerangkan suatu keadaan.....karena ibuku selalu menilai dan melihat suatu situasi dan informasi dengan begitu naif dan polosnya, sehingga seringkali bila tak ada pengarahan dari putra-putrinya ibu bisa salah menilai suatu "fenomena", dunia ini memang tidak sejujur dan sebersih ibu.......dan kami putra-putrinya selalu siap melindungi ibu...
Itulah ibuku, perempuan tua, yang sudah jalan dengan terbungkuk-bungkuk....mulai pelupa namun masih bersuara keras penuh semangat, telah sering sakit karena kelelahan, namun tetap semangat menjalani hari-harinya seperti layaknya orang muda....beliau bersikeras masih mencuci sendiri..."tunggu waktunya aku tidak mampu mencuci.." kata beliau, beliau masih mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga....beliau masih dengan penuh kasih sayang seorang nenek membuatkan teh manis untuk kedua anakku...( bahkan lebih sering membuatkan dari pada aku...), beliau juga masih dengan penuh dedikasi membuat cemilan kesukaan keponakan, anak , menantu dan besan.....Allahuakbar, betapa beruntungnya aku
Ibuku,
bernama Sudariyah Sumaryono binti Tjokrosugiyo
berusia hampir 81 tahun
usia lanjit tak pernah menyurutkan semangat hidupnya....
dan aku ?
kadang-kadang malu....
seharusnya aku banyak belajar dari ibu....tak perlu cari sumber belajar yang lain....karena ibuku begitu sarat akan ilmu.....itu sering tak kusadari.....
ibuku pula yang memegang daguku di hari ke-7 wafatnya alm ayahnya anak-anakku dan mengatakan..."kamu masih berhak menikah lagi..." subhanalloh, setiap perkataan seorang ibu adalah doa, dan doanya dijabbah....ketentuanNYA telah terbukti sesuai dengan doa ibu...
Saat ini, apalagi yang bisa aku kerjakan untuk ibuku? selain tetap menjadi anaknya yang soleha, berprilaku luhur seperti harapannya.....ya, ibuku tidak pernah membutuhkan bantuan siapa-siapa.....justru kami yang selalu membutuhkan bantuannya....
Jakarta, 30 September 2010,02.10
Saat kangen ibu
ketika aku membutuhkan,
namun beliau tidak di rumah
maya fauzi sumaryono
Rabu, 18 Agustus 2010
Puisi Untuk Suatu Yang Indah....
Bahkan,
Aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
tanpa sadar,
Saat engkau gelisah
Saat engkau kesal
Aku duduk tenang mengamatimu dari jarak puluhan kilometer
Aku diam
membisu
Dan hanya bangun menyeruak ketika kau berteriak
Ya,
Bahkan,
Aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
Saat kau kecewa, dan aku berduka...
Saat kita satukan semua rasa yang indah dari kejauhan...
ya,
dari kejauhan....
karena
nyatanya,
memang aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
saat kita berbagi kegelisahan...
Saat kita bangun dari keterpurukan
Karena,
ternyata
di depan sana
begitu hijau rumput terbentang
mari kita tinggalkan kepahitan masa lalu
Kita biarkan segala rasa yang indah itu tumbuh
Karena DIA telah menciptakan hati untuk merasakan semua
Tanpa pernah kusadari
Tanpa pernah kurencanakan
Tanpa pernah kupinta...
Semua itu anugrahNYA
yang tak dapat ditolak
Ya
aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu
Mengenang Periode Pengisian Rapot smtr 2 - Bromo awal tahun
Aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
tanpa sadar,
Saat engkau gelisah
Saat engkau kesal
Aku duduk tenang mengamatimu dari jarak puluhan kilometer
Aku diam
membisu
Dan hanya bangun menyeruak ketika kau berteriak
Ya,
Bahkan,
Aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
Saat kau kecewa, dan aku berduka...
Saat kita satukan semua rasa yang indah dari kejauhan...
ya,
dari kejauhan....
karena
nyatanya,
memang aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu...
saat kita berbagi kegelisahan...
Saat kita bangun dari keterpurukan
Karena,
ternyata
di depan sana
begitu hijau rumput terbentang
mari kita tinggalkan kepahitan masa lalu
Kita biarkan segala rasa yang indah itu tumbuh
Karena DIA telah menciptakan hati untuk merasakan semua
Tanpa pernah kusadari
Tanpa pernah kurencanakan
Tanpa pernah kupinta...
Semua itu anugrahNYA
yang tak dapat ditolak
Ya
aku telah menyayangimu
Jauh sebelum aku mengenalmu
Mengenang Periode Pengisian Rapot smtr 2 - Bromo awal tahun
Selasa, 17 Agustus 2010
Dunia Kuliner Yang kucintai.....
Sebagai seorang anak perempuan tunggal sekaligus anak tertua, mau tidak mau, dan suka tidak suka akhirnya setiap akhir pekan aku harus ke dapur....
Kejadiannya mungkin dimulai ketika aku berusia 7-8 tahun.....ibuku bekerja dengan waktu penuh, akhirnya aku senang bermain dengan beberapa mbok yang ada di rumah seperti mbok Sum, mbok Ipah, yu Sar......dan karena para mbok-mbok itu bermarkas di dapur, jadilah akhirnya aku mencintai dapur setelah kamar tidurku yang kecil namum menyenangkan...
Petualanganku pertama mencintai dunia kuliner adalah karena ibu dan bapak selalu menyediakan bajet, untukku di akhir minggu untuk praktek masak....apapun masakan itu...dan saat ke pasar dengan rencana masak yang kucanangkan sendiri adalah saat-saat yang membahagiakanku di akhir minggu...bayangkan, anak kelas 4 / 5 SD belanja ke pasar dengan leluasa untuk berbelanja apa saja.....dan aku ingat masakan pertama yang aku buat adalah sayur sop......hehehe,sayur sop yang demikian mudah aku catat di atas kertas putih bahan-bahan dan bumbunya......begitu pentingnya aku memperlakukan sayur sop....
Kelepon adalah kue yang aku praktekan di masa SD ku juga....waktu itu aku belum tahu kalau merebus kelepon itu sebaiknya adonan tepung ketannya dicampur dengan sedikit kapur agar ketika matang tidak terlalu lembek.....sampai saat ini kelepon tetap menjadi makanan kesukaanku, dan beberapa kali aku berbagi pengalaman dengan murid-murid SD ku...
Pengalamanku yang paling hebat adalah ketika aku membuat kue pepe ( lapis sagu...) yang subhanalloh memerlukan kesabaraan dalam teknik pengadonan dan pengukusannya...alhamdulillah suksess, dan pernah menghasilkan uang ketika aku menerima pesanan membuat kue pepe berbelas tahun yang lalu...sayang saat ini aku tidak pernah berhasil melawan kemalasanku untuk membuat kue pepe lagi...
Agar-agar kering juga merupakan prestasiku puluhan tahun yang lalu....aku ingat, aku berhasil membuatkan adik-adikku dan beberapa keponakan agar@ kering itu.....namun sayang sekali aku belum mampu membuatkan lagi untuk kedua buah hatiku....mengapa? karena ketika proses penjemurannya yang memerlukan waktu sekitar3-4 hari kita tidak bisa meninggalkan rumah....bayangkan! bagaimana dengan pekerjaanku?
Suamiku yang kebetulan bertempat tinggal nun sekitar 75 km dari jakartapun akhirnya tertukar hobby memasakku.....dia yang berpuluh tahun suka jajan akhirnya begitu menyukai makanan yang dimasak di rumah dan ikhlas mengerjakan/memasaka diatara kesibukannya yang penug dari jam 7 pagi sampai 9 malam, karena menurutnya memasak itu menyenangkan...dan bagaimanapun hasilnya, kalau masakan sendiri pasti kita katakan enak....hahahaha...
Ya, bagaimanapun memasak sendiri itu lebih halal dan toyiban...karena kita tahu persis bahan-bahan yang kita gunakan....semoga...
Aku mencintai dunia memasak, karena kita membutuhkan makan untuk kehidupan kita....dan bukan hidup untuk makan....
Aku mencintai dunia memasak, karena dengan memasak makanan untuk orang2 yang kita cintai seperti suami dan anak maka akan terbentuk relasi cinta....ya cinta dari mulut turun ke hati.....tanpa berlebihan.....sederhana saja, seperti hari ini, ketika aku memasak ayam bacem bakar dan tahu campur wortel utk mereka....
memasak dengan penuh cinta di 17 Agustus 2010
Kejadiannya mungkin dimulai ketika aku berusia 7-8 tahun.....ibuku bekerja dengan waktu penuh, akhirnya aku senang bermain dengan beberapa mbok yang ada di rumah seperti mbok Sum, mbok Ipah, yu Sar......dan karena para mbok-mbok itu bermarkas di dapur, jadilah akhirnya aku mencintai dapur setelah kamar tidurku yang kecil namum menyenangkan...
Petualanganku pertama mencintai dunia kuliner adalah karena ibu dan bapak selalu menyediakan bajet, untukku di akhir minggu untuk praktek masak....apapun masakan itu...dan saat ke pasar dengan rencana masak yang kucanangkan sendiri adalah saat-saat yang membahagiakanku di akhir minggu...bayangkan, anak kelas 4 / 5 SD belanja ke pasar dengan leluasa untuk berbelanja apa saja.....dan aku ingat masakan pertama yang aku buat adalah sayur sop......hehehe,sayur sop yang demikian mudah aku catat di atas kertas putih bahan-bahan dan bumbunya......begitu pentingnya aku memperlakukan sayur sop....
Kelepon adalah kue yang aku praktekan di masa SD ku juga....waktu itu aku belum tahu kalau merebus kelepon itu sebaiknya adonan tepung ketannya dicampur dengan sedikit kapur agar ketika matang tidak terlalu lembek.....sampai saat ini kelepon tetap menjadi makanan kesukaanku, dan beberapa kali aku berbagi pengalaman dengan murid-murid SD ku...
Pengalamanku yang paling hebat adalah ketika aku membuat kue pepe ( lapis sagu...) yang subhanalloh memerlukan kesabaraan dalam teknik pengadonan dan pengukusannya...alhamdulillah suksess, dan pernah menghasilkan uang ketika aku menerima pesanan membuat kue pepe berbelas tahun yang lalu...sayang saat ini aku tidak pernah berhasil melawan kemalasanku untuk membuat kue pepe lagi...
Agar-agar kering juga merupakan prestasiku puluhan tahun yang lalu....aku ingat, aku berhasil membuatkan adik-adikku dan beberapa keponakan agar@ kering itu.....namun sayang sekali aku belum mampu membuatkan lagi untuk kedua buah hatiku....mengapa? karena ketika proses penjemurannya yang memerlukan waktu sekitar3-4 hari kita tidak bisa meninggalkan rumah....bayangkan! bagaimana dengan pekerjaanku?
Suamiku yang kebetulan bertempat tinggal nun sekitar 75 km dari jakartapun akhirnya tertukar hobby memasakku.....dia yang berpuluh tahun suka jajan akhirnya begitu menyukai makanan yang dimasak di rumah dan ikhlas mengerjakan/memasaka diatara kesibukannya yang penug dari jam 7 pagi sampai 9 malam, karena menurutnya memasak itu menyenangkan...dan bagaimanapun hasilnya, kalau masakan sendiri pasti kita katakan enak....hahahaha...
Ya, bagaimanapun memasak sendiri itu lebih halal dan toyiban...karena kita tahu persis bahan-bahan yang kita gunakan....semoga...
Aku mencintai dunia memasak, karena kita membutuhkan makan untuk kehidupan kita....dan bukan hidup untuk makan....
Aku mencintai dunia memasak, karena dengan memasak makanan untuk orang2 yang kita cintai seperti suami dan anak maka akan terbentuk relasi cinta....ya cinta dari mulut turun ke hati.....tanpa berlebihan.....sederhana saja, seperti hari ini, ketika aku memasak ayam bacem bakar dan tahu campur wortel utk mereka....
memasak dengan penuh cinta di 17 Agustus 2010
Ketika KalamNYA cuma jadi wacana, dan bukan sikap...
Astaghfirullahaadzim...
memang harus kumulai kalimat di blogku dengan kata itu.
Karena masih demikian banyak aku harus membaca, dan belajar, untuk selalu dapat memperbaiki derajad ke mukminanku....(aku tidak mengatakan "menyempurnakan"...karena masih jauh...)
Di bulan yang indah ini, bulan Ramadhan saat seharusnya kita menambah porsi ibadah kita...ada hal yang kuingat dan sll menjadi ganjalan dihatiku...tentang kalam Illahi, yang terkumpul menjadi suatu super kitab bernama Al Quran..
Setiap hari kita membacanya, baik secara langsung maupun secara tidak kita sadari, karena telah menjadi rutinitas sehari-hari, yaitu pada waktu kita membaca surat sehabis membaca surat Al_Fatihah di shalat fardhu dan shalat sunnah kita.....
Beberapa hari yang lalu, seperti biasa pada waktu shalat berjamaah dengan suamiku, yang biasanya membaca surat yang agak panjang, saat itu suamiku membaca surat Al Ashr....yang pendek sekali, aku terhenyak, setiap hari sebelum pulang sekolah aku selalu membaca surat itu bersama para muridku di kelas.....terkadang bersama terjemahannya....namun perasaan yang kudapat berbeda dengan saat mendengarkan alunan suara suamiku.....ya....Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian....kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dengan kebenaran dan kesabaran.......Subhanalloh.....begitu dahsyatnya kalamnya yng sederhana.....aku ingat pada waktu menutup bulan Rajab yang lalu, seseorang bicara di Plaza tempatku bekerja...." agar hidup kita tidak merugi.....karena sebenarnya begitu banyak waktu kita terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan mudharot...contohnya FB ( beliau sebutkan itu)..." ya, aku terhenyak ! FB adalah sesuatu yang telah kutinggalkan berbulan ini, maaf aku tahu masih ada manfaatnya (tanpa mengurangi rasa hormatku kepada beberapa teman yang masih ber FB )....namun aku merasakan, untuk alasan tertentu memang betul yang dikatakan beliau....begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk sesuatu yang sering tidak jelas kegunaannya...
Ya, Al Ashr adalah kalamNYA yang sederhana dan pendek, namun maknanya dalam sekali apabila kita aplikasikan ke kehidupan lewat sikap kita, sebagai manusia, insanNYA yang banyak uzur, banyak khilaf, sesama suami-istri, sahabat, teman, bahkan dengan pimpinanpun seharusnya kita saling menasihati...dengan kesabaran dan kelembutan untuk kebenaran......insya Allah
Surat Al Insyirah ( Lapang dada) adalah surat yang sering dibaca suamiku ketika sholat berjamaah berdua, pada ayat ke 5 dan diulangi lagi di ayat ke 6....."Sesungguhnya di mana ada kesulitan di situ ada kelapangan"....tentu ada maksudNYA mengulang kalam itu sampai dua kali, agar kita manusia jangan bersedih atau berputus asa berkepanjangan jika mendapat kesulitan.....karena DIA yang Maha Bijaksana menjanjikan kelapangan/kelonggaran...setelah kesulitan yang kita alami.
Dua Surat itu contoh kalamNYA yang luar biasa, dan merugilah kita kalau hanya menjadikannya wacana, membacanya berulang-ulang di waktu shalat, sebelum pulang, namun kurang memahami dan mensikapinya di kehidupan kita....
Harusnya masih kukupas surat yang lain, namun ke-2 surat itu saja sudah membuatku bergetar....begitu indah dan hebat kalamMU ya Rabb....
Astaghfirullahaladzim....maafkan aku ya Allah jika aku salah...
Aku hanya ingin hidup lebih baik dari hari kemarin, lebih Islami dari orangtuaku, dan selamat dunia akhirat....amien
Jakarta, 17 Agustus 2010
15,32
Maya Fauzi Sumaryono
memang harus kumulai kalimat di blogku dengan kata itu.
Karena masih demikian banyak aku harus membaca, dan belajar, untuk selalu dapat memperbaiki derajad ke mukminanku....(aku tidak mengatakan "menyempurnakan"...karena masih jauh...)
Di bulan yang indah ini, bulan Ramadhan saat seharusnya kita menambah porsi ibadah kita...ada hal yang kuingat dan sll menjadi ganjalan dihatiku...tentang kalam Illahi, yang terkumpul menjadi suatu super kitab bernama Al Quran..
Setiap hari kita membacanya, baik secara langsung maupun secara tidak kita sadari, karena telah menjadi rutinitas sehari-hari, yaitu pada waktu kita membaca surat sehabis membaca surat Al_Fatihah di shalat fardhu dan shalat sunnah kita.....
Beberapa hari yang lalu, seperti biasa pada waktu shalat berjamaah dengan suamiku, yang biasanya membaca surat yang agak panjang, saat itu suamiku membaca surat Al Ashr....yang pendek sekali, aku terhenyak, setiap hari sebelum pulang sekolah aku selalu membaca surat itu bersama para muridku di kelas.....terkadang bersama terjemahannya....namun perasaan yang kudapat berbeda dengan saat mendengarkan alunan suara suamiku.....ya....Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian....kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dengan kebenaran dan kesabaran.......Subhanalloh.....begitu dahsyatnya kalamnya yng sederhana.....aku ingat pada waktu menutup bulan Rajab yang lalu, seseorang bicara di Plaza tempatku bekerja...." agar hidup kita tidak merugi.....karena sebenarnya begitu banyak waktu kita terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan mudharot...contohnya FB ( beliau sebutkan itu)..." ya, aku terhenyak ! FB adalah sesuatu yang telah kutinggalkan berbulan ini, maaf aku tahu masih ada manfaatnya (tanpa mengurangi rasa hormatku kepada beberapa teman yang masih ber FB )....namun aku merasakan, untuk alasan tertentu memang betul yang dikatakan beliau....begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk sesuatu yang sering tidak jelas kegunaannya...
Ya, Al Ashr adalah kalamNYA yang sederhana dan pendek, namun maknanya dalam sekali apabila kita aplikasikan ke kehidupan lewat sikap kita, sebagai manusia, insanNYA yang banyak uzur, banyak khilaf, sesama suami-istri, sahabat, teman, bahkan dengan pimpinanpun seharusnya kita saling menasihati...dengan kesabaran dan kelembutan untuk kebenaran......insya Allah
Surat Al Insyirah ( Lapang dada) adalah surat yang sering dibaca suamiku ketika sholat berjamaah berdua, pada ayat ke 5 dan diulangi lagi di ayat ke 6....."Sesungguhnya di mana ada kesulitan di situ ada kelapangan"....tentu ada maksudNYA mengulang kalam itu sampai dua kali, agar kita manusia jangan bersedih atau berputus asa berkepanjangan jika mendapat kesulitan.....karena DIA yang Maha Bijaksana menjanjikan kelapangan/kelonggaran...setelah kesulitan yang kita alami.
Dua Surat itu contoh kalamNYA yang luar biasa, dan merugilah kita kalau hanya menjadikannya wacana, membacanya berulang-ulang di waktu shalat, sebelum pulang, namun kurang memahami dan mensikapinya di kehidupan kita....
Harusnya masih kukupas surat yang lain, namun ke-2 surat itu saja sudah membuatku bergetar....begitu indah dan hebat kalamMU ya Rabb....
Astaghfirullahaladzim....maafkan aku ya Allah jika aku salah...
Aku hanya ingin hidup lebih baik dari hari kemarin, lebih Islami dari orangtuaku, dan selamat dunia akhirat....amien
Jakarta, 17 Agustus 2010
15,32
Maya Fauzi Sumaryono
Kamis, 05 Agustus 2010
Di atas sajadahMU aku bersimpuh....
Di atas sajadahMU Rabb
Aku bersimpuh
berterima kasih atas segala rahmat dan anugrahMU
Di atas sajadahMU Rabb
Tak akan lagi aku berkeluh dan kesah
bukan karena aku sombong atau kuat
namun
Hanya karena aku merasa tak pantas berkeluh kesah lagi
Karena telah Kau berikan kehidupan yang indah ini
Di atas sajadahMU Rabb
Aku bersimpuh
berterima kasih dan memohon ampun
Karena sesungguhnya
Aku hanya manusia siapa
yang selalu berbuat khilaf, salah
dan banyak mengerjakan hal-hal yang tak Kau sukai
Di atas sajadahMU Rabb
kuserahkan mati dan hidupku
ya
karena aku hanya ingin selamat menujuMU
dan
Hal-hal lain yang kutemukan di perjalananku menujuMU
cuma cerita singgah di tempat sementara
Dan semua itu
Cuma titipanMU di kehidupan dunia yang fana ini
Rabb,
Aku rindu bertemu denganMU
Rawamangun, 6 Agustus 2010, 00.48
Aku bersimpuh
berterima kasih atas segala rahmat dan anugrahMU
Di atas sajadahMU Rabb
Tak akan lagi aku berkeluh dan kesah
bukan karena aku sombong atau kuat
namun
Hanya karena aku merasa tak pantas berkeluh kesah lagi
Karena telah Kau berikan kehidupan yang indah ini
Di atas sajadahMU Rabb
Aku bersimpuh
berterima kasih dan memohon ampun
Karena sesungguhnya
Aku hanya manusia siapa
yang selalu berbuat khilaf, salah
dan banyak mengerjakan hal-hal yang tak Kau sukai
Di atas sajadahMU Rabb
kuserahkan mati dan hidupku
ya
karena aku hanya ingin selamat menujuMU
dan
Hal-hal lain yang kutemukan di perjalananku menujuMU
cuma cerita singgah di tempat sementara
Dan semua itu
Cuma titipanMU di kehidupan dunia yang fana ini
Rabb,
Aku rindu bertemu denganMU
Rawamangun, 6 Agustus 2010, 00.48
Rabu, 14 Juli 2010
WADUK CIRATA
Banyak orang yang tidak mengenal Waduk Cirata, contohnya aku....karena Waduk Cirata tak setenar Waduk Jatiluhur, atau Gajah Mungkur...maupun yang lainnya...
Waduk Cirata terletak di Purwakarta, di tepi jalan alternatif ke Bandung bagi pemikik kendaraan beroda dua, apabila kita naik kendaraan pribadi dari arah Cikampek (kebetulan rumahku di Cikampek), arah yang kita tuju adalah arah waduk Jatiluhur, kemudian kita menjuju ke arah desa Plered yang menghasilkan keramik. Sampai di sentra keramik Plered, kita terus saja....jangan takut kesasar, karena ada petunjuk arah ke waduk Cirata.
Dari Desa Plered ke Waduk Cirata hanya memerlukan sekitar 10 menit saja, dan sampailah kita di waduk yang indah dan bersih itu. Ya, Waduk Cirata memang tak sebesar Waduk Jatiluhur, tetapi jauh lebih bersih.....dan panorama lebih terbuka....kita juga tidak mencium aroma amis ikan seperti di Waduk Jatiluhur....
Pengunjung Waduk Cirata tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil...dan belasan motor, uniknya, kita berada di jembatan dia atas waduk.....jadi aku menghayalkan ada di jembatan Suramadu.......karena jembatannya lumayan panjang...
Aku bersyukur bisa sampai di Waduk yang bersih dan indah itu,terima kasih kepada suamiku tercinta Agus Fauzi, yang banyak mengenalkan tempat-tempat baru di Jawa Barat...jangan lupa, ketika akan kembali ke Cikampek atau Jakarta apabila kita keluar dari Kompleks waduk di sebelah kiri jalan ada warung sate maranggi yang sedap....harganya murah, hanya sekitar 12-15 ribu sepuluhnya....ramuan sambel kecapnya itu lho yang maknyos.....sampai jumpa di tujuan wisata yang lain.....
Waduk Cirata terletak di Purwakarta, di tepi jalan alternatif ke Bandung bagi pemikik kendaraan beroda dua, apabila kita naik kendaraan pribadi dari arah Cikampek (kebetulan rumahku di Cikampek), arah yang kita tuju adalah arah waduk Jatiluhur, kemudian kita menjuju ke arah desa Plered yang menghasilkan keramik. Sampai di sentra keramik Plered, kita terus saja....jangan takut kesasar, karena ada petunjuk arah ke waduk Cirata.
Dari Desa Plered ke Waduk Cirata hanya memerlukan sekitar 10 menit saja, dan sampailah kita di waduk yang indah dan bersih itu. Ya, Waduk Cirata memang tak sebesar Waduk Jatiluhur, tetapi jauh lebih bersih.....dan panorama lebih terbuka....kita juga tidak mencium aroma amis ikan seperti di Waduk Jatiluhur....
Pengunjung Waduk Cirata tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil...dan belasan motor, uniknya, kita berada di jembatan dia atas waduk.....jadi aku menghayalkan ada di jembatan Suramadu.......karena jembatannya lumayan panjang...
Aku bersyukur bisa sampai di Waduk yang bersih dan indah itu,terima kasih kepada suamiku tercinta Agus Fauzi, yang banyak mengenalkan tempat-tempat baru di Jawa Barat...jangan lupa, ketika akan kembali ke Cikampek atau Jakarta apabila kita keluar dari Kompleks waduk di sebelah kiri jalan ada warung sate maranggi yang sedap....harganya murah, hanya sekitar 12-15 ribu sepuluhnya....ramuan sambel kecapnya itu lho yang maknyos.....sampai jumpa di tujuan wisata yang lain.....
LUNA MAYA 2
Kira-kira setahun yang lalu aku posting blog tentang Luna Maya, waktu itu dia menyanyikan lagu Swaranya Hijau Daun, lucu dan takjub dengar suaranya....apa adanya tetapi berani menyanyi....
Hari ini aku coba posting lagi tentang Luna Maya......sejauh yang aku kenal....mengapa? salah satunya karena berita panas seputarnya dengan seorang vokalis grup band terkenal...ya, berita itu membangunkanku daei ketakjuban akan semangat seorang gadis cantik asal pulau Dewata yang datang berlari setelah ditinggal sang ayah....Luna Maya adalah "model" semangat seorang perempuan yang mempunyai bakat, kemampuan dan semangat....hal itu patut kita catat....tidak semua perempuan mampu memutuskan dan melangkah seperti dia.
"Bulan yang tidak nyata..." itu adalah arti dari namanya....seorang gadis bermata indah, yang sayang sekali harus terjungkal karena "cintanya" yang tak terbatas....sebagai manusia kita tak berhak menilainya, karena DIA empunya kehidupan akan mengatur semuanya...dan terbukti, kebenaran cerita\berita tentang dia siapa yang tahu...tapi sebagai bagian dari masyarakat Luna Maya telah dihukumbegitu beratnya.....
Luna Maya, bulan yang tidak nyata itu seperti tenggelam.....akhirnya, dia memang manusia biasa...yang bisa berbuat khilaf dan melakukan dosa.....seperti kita juga...manusia biasa....semoga kita semua selalu menjadi insanNYA yang bisa selalu ingat untuk hanya mengerjakan yang di ridhoiNYA, dan tidak mengerjakan yang tidak disukai dan dimurkaiNYA....
Besok, atau entah kapan, ketika saatnya tiba semoga sang Luna bisa timbul kembali...tertawa dengan matanya yang indah dan celotehnya yang rame dengan kondisi yang lebih baik lagi, insya Allah
Jakarta, 14 Juli 2010
maya wijayanti Fauzi Sumaryono
Hari ini aku coba posting lagi tentang Luna Maya......sejauh yang aku kenal....mengapa? salah satunya karena berita panas seputarnya dengan seorang vokalis grup band terkenal...ya, berita itu membangunkanku daei ketakjuban akan semangat seorang gadis cantik asal pulau Dewata yang datang berlari setelah ditinggal sang ayah....Luna Maya adalah "model" semangat seorang perempuan yang mempunyai bakat, kemampuan dan semangat....hal itu patut kita catat....tidak semua perempuan mampu memutuskan dan melangkah seperti dia.
"Bulan yang tidak nyata..." itu adalah arti dari namanya....seorang gadis bermata indah, yang sayang sekali harus terjungkal karena "cintanya" yang tak terbatas....sebagai manusia kita tak berhak menilainya, karena DIA empunya kehidupan akan mengatur semuanya...dan terbukti, kebenaran cerita\berita tentang dia siapa yang tahu...tapi sebagai bagian dari masyarakat Luna Maya telah dihukumbegitu beratnya.....
Luna Maya, bulan yang tidak nyata itu seperti tenggelam.....akhirnya, dia memang manusia biasa...yang bisa berbuat khilaf dan melakukan dosa.....seperti kita juga...manusia biasa....semoga kita semua selalu menjadi insanNYA yang bisa selalu ingat untuk hanya mengerjakan yang di ridhoiNYA, dan tidak mengerjakan yang tidak disukai dan dimurkaiNYA....
Besok, atau entah kapan, ketika saatnya tiba semoga sang Luna bisa timbul kembali...tertawa dengan matanya yang indah dan celotehnya yang rame dengan kondisi yang lebih baik lagi, insya Allah
Jakarta, 14 Juli 2010
maya wijayanti Fauzi Sumaryono
Selasa, 06 Juli 2010
Ketika Aku Memutuskan.....
"Bahkan selembar daunpun jatuh atas izinNYA..."
Kalimat di atas kudapat dari adikku Hendi, ketika aku dihadapkan pada suatu kenyataan pahit, satu ketentuan dariNYA yg tak dapat kuhindari sekitar 4 tahun yang lalu..
Hari-hari penuh rutinitas kujalani dengan normal.....sebagai seorang ibu, sebagai seorang guru.....sebagai bagian dari suatu komunitas...semua terus kujalani sepahit apapun rasanya, seterjal apapun jalannya....segelap apapun suasananya
Kemudian ketika pada suatu hari DIA memberiku suatu titipan yang indah,manis dan membahagiakan, apakah harus kutolak atas nama memperdulikan aturan2 yang dibuat oleh masyarakat? atas nama kepantasan yang juga dibuat oleh masyarakat?
Haruskah aku berjalan di atas norma yang dibuat manusia? sementara ajaran agama kita telah memberi tuntunan yang lengkap yang semuanya ada di kitab Al Qur'an dan Al Hadis.
Al Quran sebagai petunjuk hidup kita telah mengatur hidup kita.....semuanya lengkap, kemudian segala tingkah laku, ucapan, perbuatan junjungan kita Nabi Muhammad SAW juga melengkapi sebagai contoh untuk kita semua.... semua hal secara lengkapada di sana di Al Qur'an dan Al Hadis sebagai panduan hidup kita....apalagi yang salah? apalagi yang harus dipertimbangan?
Ketika aku memutuskan harus melangkah, yang menjadi acuan hidupku adalah Al Qur'an dan Al hadis.....ketika aku memutuskan menerima titipanNYA untuk memulai hidup baru juga Al Quran dan Al Hadis yang menjadi pedomanku.....aku menjalani hidup hanya mengharap ridhoNYA, agar aku sampai selamat menujuNYA.....
Ya Allah, yang kuputuskn di tanggal 28 Mei 2010 adalah sesuatu yang indah sesuai dengan keputusanMU....aku melangkah dengannya menyebut Bismillahirahmannirahim...dan alhamdulillahirabillalamin......atas segala yang terjadi pada hidupku....
Jakarta, 6 Juli 2010
maya fauzi Sumaryono
Kalimat di atas kudapat dari adikku Hendi, ketika aku dihadapkan pada suatu kenyataan pahit, satu ketentuan dariNYA yg tak dapat kuhindari sekitar 4 tahun yang lalu..
Hari-hari penuh rutinitas kujalani dengan normal.....sebagai seorang ibu, sebagai seorang guru.....sebagai bagian dari suatu komunitas...semua terus kujalani sepahit apapun rasanya, seterjal apapun jalannya....segelap apapun suasananya
Kemudian ketika pada suatu hari DIA memberiku suatu titipan yang indah,manis dan membahagiakan, apakah harus kutolak atas nama memperdulikan aturan2 yang dibuat oleh masyarakat? atas nama kepantasan yang juga dibuat oleh masyarakat?
Haruskah aku berjalan di atas norma yang dibuat manusia? sementara ajaran agama kita telah memberi tuntunan yang lengkap yang semuanya ada di kitab Al Qur'an dan Al Hadis.
Al Quran sebagai petunjuk hidup kita telah mengatur hidup kita.....semuanya lengkap, kemudian segala tingkah laku, ucapan, perbuatan junjungan kita Nabi Muhammad SAW juga melengkapi sebagai contoh untuk kita semua.... semua hal secara lengkapada di sana di Al Qur'an dan Al Hadis sebagai panduan hidup kita....apalagi yang salah? apalagi yang harus dipertimbangan?
Ketika aku memutuskan harus melangkah, yang menjadi acuan hidupku adalah Al Qur'an dan Al hadis.....ketika aku memutuskan menerima titipanNYA untuk memulai hidup baru juga Al Quran dan Al Hadis yang menjadi pedomanku.....aku menjalani hidup hanya mengharap ridhoNYA, agar aku sampai selamat menujuNYA.....
Ya Allah, yang kuputuskn di tanggal 28 Mei 2010 adalah sesuatu yang indah sesuai dengan keputusanMU....aku melangkah dengannya menyebut Bismillahirahmannirahim...dan alhamdulillahirabillalamin......atas segala yang terjadi pada hidupku....
Jakarta, 6 Juli 2010
maya fauzi Sumaryono
Selasa, 01 Juni 2010
Rencana
Setelah berencana
maju selangkah
mengusahakan
dan aku cuma mengamati usahamu dari sini...
apa yang akan kita lakukan?
karena di sana di depan kita...
ada sesuatu yang indah...
Setelah berencana
kita maju selangkah berusaha,
mengumpulkan serakan hati...
yang saat ini telah utuh kembali...
kita banyak tertawa bersama....
apa lagi yang kutakutkan?
kita banyak tertawa bersama.....
kita cuma ingin selamat menujuNYA...amien
31 januari untuk 20 Februari 2010
maju selangkah
mengusahakan
dan aku cuma mengamati usahamu dari sini...
apa yang akan kita lakukan?
karena di sana di depan kita...
ada sesuatu yang indah...
Setelah berencana
kita maju selangkah berusaha,
mengumpulkan serakan hati...
yang saat ini telah utuh kembali...
kita banyak tertawa bersama....
apa lagi yang kutakutkan?
kita banyak tertawa bersama.....
kita cuma ingin selamat menujuNYA...amien
31 januari untuk 20 Februari 2010
Sabtu, 13 Februari 2010
LANGKAH...
Manusia melangkah karena masih hidup, ya selalu melangkah, sebagai tanda kalau kita mahluknya yang dinamis.
Manusia melangkah karena butuh diakui eksistensi dirinya..kalau dia masih ada....
Manusia melangkah karena untuk memang harus melangkah...sebab jika kita terdiam, kita akan terdorong, terdorong oleh manusia lain di belakangnya...dan ketika kita terdorong...ada kemungkinan kita akan terinjak...
Manusia melangkah karena ingin maju,ingin lepas dari kesedihannya, ingin lepas dari belengunya....
Manusia melangkah setiap hari....sadar atau tidak sadar, kita semua melangkah menedekatiNYA...sudahkah kita siap?
Manusia melangkah karena butuh diakui eksistensi dirinya..kalau dia masih ada....
Manusia melangkah karena untuk memang harus melangkah...sebab jika kita terdiam, kita akan terdorong, terdorong oleh manusia lain di belakangnya...dan ketika kita terdorong...ada kemungkinan kita akan terinjak...
Manusia melangkah karena ingin maju,ingin lepas dari kesedihannya, ingin lepas dari belengunya....
Manusia melangkah setiap hari....sadar atau tidak sadar, kita semua melangkah menedekatiNYA...sudahkah kita siap?
Minggu, 31 Januari 2010
TERIMA KASIH ATAS ANUGRAHNYA.....
Apabila kita melihat sebatang mawar, dan ingin memetiknya, apa yang teringat dahulu? pasti duri yang melindungi bunga yang indah itu..., ketika matahari bersinar dengan teriknya, bahkan sampai mencapai 34 derajad....kita selalu mengeluh kepanasan....saat malam gelap terasa lama, seringkali kita menyesalinya, kita lupa kalau mawar begitu indah, tanpa melihat durinya, betapa sedihnya kita apabila tak dapat kita nikmati indahnya cahaya matahari....dan betapa syahdu keteduhan dan ketenangan yang kita dapatkan dari malam hari...kenapa kita harus mengubah nikmat dari tujuan penciptaanNYA?
NikmatNYA kita dapatkan setiap hari, dari air yang kita minum dan untuk berwudhu, cahaya matahari yang menerangi jalan ketika kita tapaki hari-hari sibuk, dan gelombang riak air yang dingin di sungai....mari kita arahkan pandangan ke tanahNYA, terutama tanah yang belum terjamah kaki kita....dan kita syukuri anugrah kehidupan, cinta dari YANG MAHA MULIA DAN PENGAMPUN, karena semua yang diberikanNYA begitu indah....janganlah kita mengingkari semua anugrah tersebut.... "MEREKA MENGETAHUI ANUGRAH ALLAH, NAMUN MEREKA MENGINGKARINYA" ( Q.S.An-Nahk:83).......ambilah seluruh nikmatNYA, dan terimalah dengan dada terbuka serta pujilah ALLAH atas semuanya itu........Subhanalloh.....rindu aku padaMU
Rawamangun, 1 Februari 06.20 2010
ketika hati sudah bulat, dan kaki siap melangkah....
NikmatNYA kita dapatkan setiap hari, dari air yang kita minum dan untuk berwudhu, cahaya matahari yang menerangi jalan ketika kita tapaki hari-hari sibuk, dan gelombang riak air yang dingin di sungai....mari kita arahkan pandangan ke tanahNYA, terutama tanah yang belum terjamah kaki kita....dan kita syukuri anugrah kehidupan, cinta dari YANG MAHA MULIA DAN PENGAMPUN, karena semua yang diberikanNYA begitu indah....janganlah kita mengingkari semua anugrah tersebut.... "MEREKA MENGETAHUI ANUGRAH ALLAH, NAMUN MEREKA MENGINGKARINYA" ( Q.S.An-Nahk:83).......ambilah seluruh nikmatNYA, dan terimalah dengan dada terbuka serta pujilah ALLAH atas semuanya itu........Subhanalloh.....rindu aku padaMU
Rawamangun, 1 Februari 06.20 2010
ketika hati sudah bulat, dan kaki siap melangkah....
Selasa, 12 Januari 2010
Hm.....
Harusnya aku tulis blog ini beberapa hari yang lalu...
karena tidak adil rasanya buat kehidupanku jika tak kutulis satu pengalaman hidup indah yang baru..
ya,
Harusnya aku tulis blog ini beberapa hari yang lalu...
di tanggal 4 Januari 2010
Di dinginnya udara malam pegunungan Bromo,
Di tengah lapangan parkir halaman hotel Nadia....
Ketika berulangkali kuubah posisi dudukku untuk dapat sinyal yang baik...
Harusnya aku tulis blog ini beberapa hari yang lalu...
Saat menikmati "Sang Pemimpi"nya Andrea Hirata....
Saat semua mimpi jadi nyata.....
Terima kasih ya Allah...atas segala anugrahmu....
ya, seharusnya aku tulis Blog ini beberapa hari yang lalu..
Sebagai ucapan terima kasih kepada Allah yang Maha Pemberi dan Maha Kasih
Kepada kehidupan.....
kepada keindahan....
hehehe...101'10.....
ketika tertawa
di tulis, Rawamangun, 13 Januari 2010, 07.30
kepada suatu rasa....
karena tidak adil rasanya buat kehidupanku jika tak kutulis satu pengalaman hidup indah yang baru..
ya,
Harusnya aku tulis blog ini beberapa hari yang lalu...
di tanggal 4 Januari 2010
Di dinginnya udara malam pegunungan Bromo,
Di tengah lapangan parkir halaman hotel Nadia....
Ketika berulangkali kuubah posisi dudukku untuk dapat sinyal yang baik...
Harusnya aku tulis blog ini beberapa hari yang lalu...
Saat menikmati "Sang Pemimpi"nya Andrea Hirata....
Saat semua mimpi jadi nyata.....
Terima kasih ya Allah...atas segala anugrahmu....
ya, seharusnya aku tulis Blog ini beberapa hari yang lalu..
Sebagai ucapan terima kasih kepada Allah yang Maha Pemberi dan Maha Kasih
Kepada kehidupan.....
kepada keindahan....
hehehe...101'10.....
ketika tertawa
di tulis, Rawamangun, 13 Januari 2010, 07.30
kepada suatu rasa....
Langganan:
Postingan (Atom)
