Rabu, 14 Juli 2010

WADUK CIRATA

Banyak orang yang tidak mengenal Waduk Cirata, contohnya aku....karena Waduk Cirata tak setenar Waduk Jatiluhur, atau Gajah Mungkur...maupun yang lainnya...

Waduk Cirata terletak di Purwakarta, di tepi jalan alternatif ke Bandung bagi pemikik kendaraan beroda dua, apabila kita naik kendaraan pribadi dari arah Cikampek (kebetulan rumahku di Cikampek), arah yang kita tuju adalah arah waduk Jatiluhur, kemudian kita menjuju ke arah desa Plered yang menghasilkan keramik. Sampai di sentra keramik Plered, kita terus saja....jangan takut kesasar, karena ada petunjuk arah ke waduk Cirata.

Dari Desa Plered ke Waduk Cirata hanya memerlukan sekitar 10 menit saja, dan sampailah kita di waduk yang indah dan bersih itu. Ya, Waduk Cirata memang tak sebesar Waduk Jatiluhur, tetapi jauh lebih bersih.....dan panorama lebih terbuka....kita juga tidak mencium aroma amis ikan seperti di Waduk Jatiluhur....

Pengunjung Waduk Cirata tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil...dan belasan motor, uniknya, kita berada di jembatan dia atas waduk.....jadi aku menghayalkan ada di jembatan Suramadu.......karena jembatannya lumayan panjang...

Aku bersyukur bisa sampai di Waduk yang bersih dan indah itu,terima kasih kepada suamiku tercinta Agus Fauzi, yang banyak mengenalkan tempat-tempat baru di Jawa Barat...jangan lupa, ketika akan kembali ke Cikampek atau Jakarta apabila kita keluar dari Kompleks waduk di sebelah kiri jalan ada warung sate maranggi yang sedap....harganya murah, hanya sekitar 12-15 ribu sepuluhnya....ramuan sambel kecapnya itu lho yang maknyos.....sampai jumpa di tujuan wisata yang lain.....

LUNA MAYA 2

Kira-kira setahun yang lalu aku posting blog tentang Luna Maya, waktu itu dia menyanyikan lagu Swaranya Hijau Daun, lucu dan takjub dengar suaranya....apa adanya tetapi berani menyanyi....
Hari ini aku coba posting lagi tentang Luna Maya......sejauh yang aku kenal....mengapa? salah satunya karena berita panas seputarnya dengan seorang vokalis grup band terkenal...ya, berita itu membangunkanku daei ketakjuban akan semangat seorang gadis cantik asal pulau Dewata yang datang berlari setelah ditinggal sang ayah....Luna Maya adalah "model" semangat seorang perempuan yang mempunyai bakat, kemampuan dan semangat....hal itu patut kita catat....tidak semua perempuan mampu memutuskan dan melangkah seperti dia.
"Bulan yang tidak nyata..." itu adalah arti dari namanya....seorang gadis bermata indah, yang sayang sekali harus terjungkal karena "cintanya" yang tak terbatas....sebagai manusia kita tak berhak menilainya, karena DIA empunya kehidupan akan mengatur semuanya...dan terbukti, kebenaran cerita\berita tentang dia siapa yang tahu...tapi sebagai bagian dari masyarakat Luna Maya telah dihukumbegitu beratnya.....
Luna Maya, bulan yang tidak nyata itu seperti tenggelam.....akhirnya, dia memang manusia biasa...yang bisa berbuat khilaf dan melakukan dosa.....seperti kita juga...manusia biasa....semoga kita semua selalu menjadi insanNYA yang bisa selalu ingat untuk hanya mengerjakan yang di ridhoiNYA, dan tidak mengerjakan yang tidak disukai dan dimurkaiNYA....
Besok, atau entah kapan, ketika saatnya tiba semoga sang Luna bisa timbul kembali...tertawa dengan matanya yang indah dan celotehnya yang rame dengan kondisi yang lebih baik lagi, insya Allah

Jakarta, 14 Juli 2010
maya wijayanti Fauzi Sumaryono

Selasa, 06 Juli 2010

Ketika Aku Memutuskan.....

"Bahkan selembar daunpun jatuh atas izinNYA..."
Kalimat di atas kudapat dari adikku Hendi, ketika aku dihadapkan pada suatu kenyataan pahit, satu ketentuan dariNYA yg tak dapat kuhindari sekitar 4 tahun yang lalu..
Hari-hari penuh rutinitas kujalani dengan normal.....sebagai seorang ibu, sebagai seorang guru.....sebagai bagian dari suatu komunitas...semua terus kujalani sepahit apapun rasanya, seterjal apapun jalannya....segelap apapun suasananya
Kemudian ketika pada suatu hari DIA memberiku suatu titipan yang indah,manis dan membahagiakan, apakah harus kutolak atas nama memperdulikan aturan2 yang dibuat oleh masyarakat? atas nama kepantasan yang juga dibuat oleh masyarakat?
Haruskah aku berjalan di atas norma yang dibuat manusia? sementara ajaran agama kita telah memberi tuntunan yang lengkap yang semuanya ada di kitab Al Qur'an dan Al Hadis.
Al Quran sebagai petunjuk hidup kita telah mengatur hidup kita.....semuanya lengkap, kemudian segala tingkah laku, ucapan, perbuatan junjungan kita Nabi Muhammad SAW juga melengkapi sebagai contoh untuk kita semua.... semua hal secara lengkapada di sana di Al Qur'an dan Al Hadis sebagai panduan hidup kita....apalagi yang salah? apalagi yang harus dipertimbangan?
Ketika aku memutuskan harus melangkah, yang menjadi acuan hidupku adalah Al Qur'an dan Al hadis.....ketika aku memutuskan menerima titipanNYA untuk memulai hidup baru juga Al Quran dan Al Hadis yang menjadi pedomanku.....aku menjalani hidup hanya mengharap ridhoNYA, agar aku sampai selamat menujuNYA.....
Ya Allah, yang kuputuskn di tanggal 28 Mei 2010 adalah sesuatu yang indah sesuai dengan keputusanMU....aku melangkah dengannya menyebut Bismillahirahmannirahim...dan alhamdulillahirabillalamin......atas segala yang terjadi pada hidupku....

Jakarta, 6 Juli 2010
maya fauzi Sumaryono