Banyak orang yang tidak mengenal Waduk Cirata, contohnya aku....karena Waduk Cirata tak setenar Waduk Jatiluhur, atau Gajah Mungkur...maupun yang lainnya...
Waduk Cirata terletak di Purwakarta, di tepi jalan alternatif ke Bandung bagi pemikik kendaraan beroda dua, apabila kita naik kendaraan pribadi dari arah Cikampek (kebetulan rumahku di Cikampek), arah yang kita tuju adalah arah waduk Jatiluhur, kemudian kita menjuju ke arah desa Plered yang menghasilkan keramik. Sampai di sentra keramik Plered, kita terus saja....jangan takut kesasar, karena ada petunjuk arah ke waduk Cirata.
Dari Desa Plered ke Waduk Cirata hanya memerlukan sekitar 10 menit saja, dan sampailah kita di waduk yang indah dan bersih itu. Ya, Waduk Cirata memang tak sebesar Waduk Jatiluhur, tetapi jauh lebih bersih.....dan panorama lebih terbuka....kita juga tidak mencium aroma amis ikan seperti di Waduk Jatiluhur....
Pengunjung Waduk Cirata tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil...dan belasan motor, uniknya, kita berada di jembatan dia atas waduk.....jadi aku menghayalkan ada di jembatan Suramadu.......karena jembatannya lumayan panjang...
Aku bersyukur bisa sampai di Waduk yang bersih dan indah itu,terima kasih kepada suamiku tercinta Agus Fauzi, yang banyak mengenalkan tempat-tempat baru di Jawa Barat...jangan lupa, ketika akan kembali ke Cikampek atau Jakarta apabila kita keluar dari Kompleks waduk di sebelah kiri jalan ada warung sate maranggi yang sedap....harganya murah, hanya sekitar 12-15 ribu sepuluhnya....ramuan sambel kecapnya itu lho yang maknyos.....sampai jumpa di tujuan wisata yang lain.....
Rabu, 14 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar